Sayap burung tak akan selamanya menjadi sempurna, tak akan selamanya dapat mengepak mengarungi langit biru di atas sana. Tapi keindahan yang di rasakan saat dapat terbang dengan saya itu dapat menggantikan sakit saat sayap itu patah.Sekarang, disini aku berbaring. Setidaknya sebelum aku berbaring aku pernah merasakan bagaimana rasanya berjalan bahkan merasakan bagaimana indah nya saat berlari.
7 bulan lalu adalah masa terindah yang pernah aku rasakan. Hanya satu minggu. Aku, ya aku! Aku mengaguminya dari apapun yang pernah kaian pikirkan. Aku tak pernah berfikir kalau dia akan menjadi milikku suatu saat nanti, akan tetapi, dia, ya dia, dia pernah menjadi milik ku. Milik ku !
6 februari 2014, 8 hari sebelum valentine dan 19 hari sebelum ulang tahun ku yang ke 15, dia menyatakan itu pada ku.
“hei, kenapa diam ? aku suka padamu, hmm… aku ingin menjadi pacar mu, apa kamu mau menerima ku ?” ujarnya. Dia memberikan dua tangkai bunga merah pada ku. Aku tau bunga itu dari vas bunga di atas meja guru tapi bunga itu begitu bersinar saat dia yang memberikan bunga itu pada ku.
Dengan gugup aku mengambil bunga merah, semerah hti ku saat itu. Aku hanya mengangguk menanggapi ujaran nya tadi. Ujaran terindah yang pernah ku dengar. Sederhana tapi bagi ku, saat itu aku merasa lebih sempurna dari pada Juliette. Aku memang bodoh.
Dia bersorak senang saat anggukan kepalaku mengalir begitu saja. Semua teman teman sekelas yang ada ikut bersorak karna sedari tadi mereka menjadi saksi saat dia menyatakan ungkapan cinta ya pada ku. Betapa malunya aku, dan…. Betapa beruntungnya aku saat itu.
Aku mulai menjalani hidup sebagai girlfriend nya, aku yakin semua ini adalah awal dari semua kebahagiaan ku bersamanya. Aku tau dia tidak sempurna begitu jiga diriku, jauh dari kata sempurna. Tapi, di dalam organ merah di dalam tubuh ku ini, aku sunggung menorah namanya disana, dengan pisau tertajam yang ku miliki, aku menulis namanya, permanen disana.
Tapi ternyata aku salah, sehari setelah aku menjadi pacarnya, dia mulai berubah. Mulai dingin, diam, dan bisu pada ku. Apa yang salah pada ku ? apa dia minder karna orang lain mengira dia pacaran dengan ku karna memanfaatkan kepintaran ku saja ? oh tuhan… kenapa keindahan itu hanya kau berikan satu hari saja pada ku ? apa aku tidak pantas merasakan keindahan itu lebih lama lagi ? aku tau aku tidak sempurna, tapi setidaknya izinkan aku merasakan bagaimana rasanya dipedulikan oleh pacar ku tuhan….
Hari demi hari terasa makin tersiksa. Dia berubah, tuhan. Dia tak lagi sebaik yang aku kenal, dia tak lagi peduli, dia tak lagi perhatian, dia tak lagi bahkan untuk menatap ku. Apa salah ku padanya, tuhan ? aku sungguh menyayanginya. Dia orang pertama yang di klaim sebagai boyfriend ku, tuhan. Aku sungguh mencintainya. Bahkan namanya yang tertulis di hati ini tak bisa hilang tuhan… ketidak sempurnaan nya adalah kesempurnaan bagi ku, tapi kenapa dia menyia nyiakan rasa sayang ku ini tuhan ?
Besok adalah jumat, 14 februari. Valentine. Sudah satu minggu aku menjadi pacarnya, bahkan di akun facebook kami, kami juga memasang status berpacaran. Tapi, siang ini, itu sudah terhapus. Hilang. Kemana ? o tuhan dia menghapusnya ? apakah itu tanda bahwa dia bukan milik ku lagi ? tuhan.. aku tidak bisa membendung tetesan suci pertama dari mataku tuhan.. rasa sakit itu benar benar tidak bisa lagi aku bending. Perih dan berdarah.
Aku memberanikan diri untuk bertanya. “apa kita sudah berakhir ?”
“aku.. aku tidak tau.” Dia bahkan tak menatap ku.
“terimakasih atas hari hari nya. Yah walaupun satu minggu. Dan terimakasih atas hadiah hari valentine nya.”
Aku berlalu dari hadapannya. Tuhan… kuat kan diri ku tuhan.. jika bisa, aku mau engkau menghapuskan semua coretan nama nya di hati ini.
Mungkin ini adalah hari valentine terindah dalam hidup ku. Karna hari ini aku belajar bagaimana cara untuk melepaskan sesuatu yang begitu berarti bagiku. Merelakan hal yang mungkin nanti akan menjadi indah pada saat nya. Dan mungkin ini juga akan menjadi hadiah ulang tahun ku dari nya. Menyakitkan memang, tapi aku sadar, mungkin dia melepaskan semua rasa dari ku ini karna aku tidak sempurna. Tidak layak untuk merasakan bagaimana menjadi milik nya.
________
Sekarang aku mengerti, sesuatu itu akan indah pada saat nya. Akan istimewa pada waktunya. Mungkin nanti dia akan sadar jika dia sudah menyia nyiakan ku. Dia akan sadar bahwa dia sudah melukai hati suci yang ku berikan padanya. Sudah menodai cinta terbaik yang pernah ku berikan. Sekarang, sayap ku sudah patah. Dulu sayap itu tumbuh karna dirinya, dan sekarang dengan indahnya dia mematahkan sayap itu dari ku. Tuhan.. aku akan mencoba untuk menjadikannya yang pertama dan yang terakhir bagi ku sampai lika ini sembuh. Luka di hati ini bersih.
Untuk nya disana, semoga bahagia dan terimakasih atas hari yang seminggu itu, hari terindah dan menyakitkan yang pernah ku rasakan, terimakasih. Aku akan selalu mengingatmu, bahkan setelah luka ini sembuh, kamu akan tetap ada disini. Diruang hati ini bersama sayap sayap ku yang sudah patah.
7 bulan lalu adalah masa terindah yang pernah aku rasakan. Hanya satu minggu. Aku, ya aku! Aku mengaguminya dari apapun yang pernah kaian pikirkan. Aku tak pernah berfikir kalau dia akan menjadi milikku suatu saat nanti, akan tetapi, dia, ya dia, dia pernah menjadi milik ku. Milik ku !
6 februari 2014, 8 hari sebelum valentine dan 19 hari sebelum ulang tahun ku yang ke 15, dia menyatakan itu pada ku.
“hei, kenapa diam ? aku suka padamu, hmm… aku ingin menjadi pacar mu, apa kamu mau menerima ku ?” ujarnya. Dia memberikan dua tangkai bunga merah pada ku. Aku tau bunga itu dari vas bunga di atas meja guru tapi bunga itu begitu bersinar saat dia yang memberikan bunga itu pada ku.
Dengan gugup aku mengambil bunga merah, semerah hti ku saat itu. Aku hanya mengangguk menanggapi ujaran nya tadi. Ujaran terindah yang pernah ku dengar. Sederhana tapi bagi ku, saat itu aku merasa lebih sempurna dari pada Juliette. Aku memang bodoh.
Dia bersorak senang saat anggukan kepalaku mengalir begitu saja. Semua teman teman sekelas yang ada ikut bersorak karna sedari tadi mereka menjadi saksi saat dia menyatakan ungkapan cinta ya pada ku. Betapa malunya aku, dan…. Betapa beruntungnya aku saat itu.
Aku mulai menjalani hidup sebagai girlfriend nya, aku yakin semua ini adalah awal dari semua kebahagiaan ku bersamanya. Aku tau dia tidak sempurna begitu jiga diriku, jauh dari kata sempurna. Tapi, di dalam organ merah di dalam tubuh ku ini, aku sunggung menorah namanya disana, dengan pisau tertajam yang ku miliki, aku menulis namanya, permanen disana.
Tapi ternyata aku salah, sehari setelah aku menjadi pacarnya, dia mulai berubah. Mulai dingin, diam, dan bisu pada ku. Apa yang salah pada ku ? apa dia minder karna orang lain mengira dia pacaran dengan ku karna memanfaatkan kepintaran ku saja ? oh tuhan… kenapa keindahan itu hanya kau berikan satu hari saja pada ku ? apa aku tidak pantas merasakan keindahan itu lebih lama lagi ? aku tau aku tidak sempurna, tapi setidaknya izinkan aku merasakan bagaimana rasanya dipedulikan oleh pacar ku tuhan….
Hari demi hari terasa makin tersiksa. Dia berubah, tuhan. Dia tak lagi sebaik yang aku kenal, dia tak lagi peduli, dia tak lagi perhatian, dia tak lagi bahkan untuk menatap ku. Apa salah ku padanya, tuhan ? aku sungguh menyayanginya. Dia orang pertama yang di klaim sebagai boyfriend ku, tuhan. Aku sungguh mencintainya. Bahkan namanya yang tertulis di hati ini tak bisa hilang tuhan… ketidak sempurnaan nya adalah kesempurnaan bagi ku, tapi kenapa dia menyia nyiakan rasa sayang ku ini tuhan ?
Besok adalah jumat, 14 februari. Valentine. Sudah satu minggu aku menjadi pacarnya, bahkan di akun facebook kami, kami juga memasang status berpacaran. Tapi, siang ini, itu sudah terhapus. Hilang. Kemana ? o tuhan dia menghapusnya ? apakah itu tanda bahwa dia bukan milik ku lagi ? tuhan.. aku tidak bisa membendung tetesan suci pertama dari mataku tuhan.. rasa sakit itu benar benar tidak bisa lagi aku bending. Perih dan berdarah.
Aku memberanikan diri untuk bertanya. “apa kita sudah berakhir ?”
“aku.. aku tidak tau.” Dia bahkan tak menatap ku.
“terimakasih atas hari hari nya. Yah walaupun satu minggu. Dan terimakasih atas hadiah hari valentine nya.”
Aku berlalu dari hadapannya. Tuhan… kuat kan diri ku tuhan.. jika bisa, aku mau engkau menghapuskan semua coretan nama nya di hati ini.
Mungkin ini adalah hari valentine terindah dalam hidup ku. Karna hari ini aku belajar bagaimana cara untuk melepaskan sesuatu yang begitu berarti bagiku. Merelakan hal yang mungkin nanti akan menjadi indah pada saat nya. Dan mungkin ini juga akan menjadi hadiah ulang tahun ku dari nya. Menyakitkan memang, tapi aku sadar, mungkin dia melepaskan semua rasa dari ku ini karna aku tidak sempurna. Tidak layak untuk merasakan bagaimana menjadi milik nya.
________
Sekarang aku mengerti, sesuatu itu akan indah pada saat nya. Akan istimewa pada waktunya. Mungkin nanti dia akan sadar jika dia sudah menyia nyiakan ku. Dia akan sadar bahwa dia sudah melukai hati suci yang ku berikan padanya. Sudah menodai cinta terbaik yang pernah ku berikan. Sekarang, sayap ku sudah patah. Dulu sayap itu tumbuh karna dirinya, dan sekarang dengan indahnya dia mematahkan sayap itu dari ku. Tuhan.. aku akan mencoba untuk menjadikannya yang pertama dan yang terakhir bagi ku sampai lika ini sembuh. Luka di hati ini bersih.
Untuk nya disana, semoga bahagia dan terimakasih atas hari yang seminggu itu, hari terindah dan menyakitkan yang pernah ku rasakan, terimakasih. Aku akan selalu mengingatmu, bahkan setelah luka ini sembuh, kamu akan tetap ada disini. Diruang hati ini bersama sayap sayap ku yang sudah patah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar